Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Komplik Lahan

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede Putra TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Dua desa di Kecamatan  Batang Merangin  pagi ini terlibat bentrok, Senin (20/3). Informasi yang dihimpun Tribunjambi.com dua desa yang ribut yakni desa Maro Pulau dengan  Tamiai . Informasinya masih terkait sengketa lahan. Massa mendatangi kantor Camat  Batang Merangin  di  Tamiai , sekitar pukul 10.30 WIB. Asnul,warga  Batang Merangin membenarkan adanya keributan hingga terjadi bentrok. Penyebabnya terkait tanah perkebunan. "Iya massa datang ke kantor camat, lalu terjadi keributan dan bentrok, beberapa motor dibakar," ungkapnya Sedangkan Camat  Batang Merangin  Supril Hadi membenarkan adanya massa yang datang kekantor Camat. Hingga terjadi keributan. Ia katakan, saat ini pihak kepolisian sudah datang ke lokasi. Supril mengatakan, saat ini dirinya bersama Kapolsek  Batang Merangin  sudah di kantor Camat. "Saya dalam kantor camat, massa ramai diluar,...

Gunung Kerinci Milik Jambi

Gunung Kerinci Milik Jambi , Warga Jangan Terprovokasi Selasa, 15 Agustus 2017 | 11:36:01 WIB | Dibaca: 2420 Kali GUNUNG KERINCI: Suasan pagi di Gunung Kerinci diambil dari kawasan perkebunan teh Kayu Aro beberapa waktu lalu. Gunung Kerinci masih salah satu wisata andalan Provinsi Jambi KERINCI -  Peta Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang di dalamnya memasukkan kawasan Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh ke dalam wilayah Sumbar, dalam beberapa hari terakhir viral di Media Sosial (Medsos). Imbasnya, muncul kegelisahan dari para netizen Provinsi Jambi yang menyebut ada upaya dari Sumbar mencaplok wilayah tersebut yang notabenenya brand dari Provinsi Jambi. Hanya saja, sejauh ini belum diketahui tahun berapa peta tersebut dibuat dan untuk kepentingan apa Penilaian ini tentu cukup masuk akal. Pasalnya, sebelumnya sudah ada upaya untuk membuka jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan, Sumbar. Padahal, sudah ada jalur utama pendakian via Kersik Tuo, Kerinci. ...

Dodol Kentang Lubuk Nagodang

Pertanian Modern

Kerinci

Jalan Renah Pemetik Rusak Berat, Adirozal : Kita Belum Bisa Perbaiki KERINCINEWS.COM ,   KERINCI  - Hancurnya akses jalan menuju Renah Pemetik Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci ditanggapi enteng Bupati Kerinci, Adirozal. Padahal, kerusakan itu membuat warga tiga desa terisolir. Bupati Kerinci, Adirozal, dikonfirmasi mengatakan, terkait parahnya jalan di Ranah Pemetik, Pemerintah Kabupaten Kerinci saat ini tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, untuk pembangunan jalan, jika sudah masa penggunaannya melebihi dari 5 Tahun, baru bisa dilakukan perbaikan kembali. “Sudah banyak dana APBD yang kita arahkan ke Ranah Pemetik termasuk jalan, makanya tidak bisa dilakukan perbaikan,” ujar Adirozal. Makanya sambung Adirozal, Pemkab Kerinci di tahun 2017 ini tidak menganggarkan untuk perbaikan jalan di Renah Pemetik, yang saat ini sudah rusak parah. “Saat ini belum bisa kita perbaiki, karena masih fokus ke pembangunan lain seperti jembatan yang dibutuhkan oleh masyarakat,...

Wings Air Gagal Mendarat di Bandara Depati Parbo

Waduh, Wings Air Gagal Mendarat di Bandara Depati Parbo. Ini Penyebabnya Rabu, 6 September 2017 11:33 TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Penerbangan hari kedua maskapai penerbangan Wings Air tujuan Jambi-Kerinci gagal mendarat di bandara Depati Parbo Kerinci. Seyogyanya dalam jadwal pesawat  sampai di bandara depati parbo pukul 9.55 Wib, Rabu (6/9) namun hingga saat ini pukul 11.24 Wib pesawat belum mendarat.  Sedangkan penumpang yang akan berangkat dari Kerinci menuju Jambi sudah menunggu di Bandara.Informasi yang diperoleh Tribunjambi.com pesawat  wings air sudah terbang dari bandara di Jambi, namun sampai di Kerinci cuaca buruk dan berkabut, sehingga pesawat gagal mendarat dan berputar mengalihkan penerbangan ke Jambi. Salah seorang penumpang Wings Air, Andarno mengakui kondisi tersebut. Rabu pagi (6/9), dia telah membeli tiket pesawat wings Air untuk penerbangan Kerinci-Jambi.   "Saya naik di kelas ekonomi, dengan bangku nomor 40, namun setelah menunggu cukup l...